Aku dan Teroris = 20rb saja

May 30th, 2008 by dimpil

Aku dan Teroris = 20rb saja

Kenapa sampe sekarang Moh. Nordin Top dkk blom ketangkep? Jawabannya mudah!
Kemaren aq nganterin adikku ke rumah kakak di Wonogiri letaknya sebelah timur Wonosari. Langsung aja man!
Kemaren dalam perjalanan ada razia di Patuk “Irung Petruk”. Saat di stop oleh polisi, STNK ku langsung diambil. Oia aku mau ngabari kalau aku belum punya SIM. Ya dah mau umur 20 tahun. Terpaksa deh ngerogoh kocek 20rb. Aku denger-denger kalau bisa menilang per kepala dapet 10rb. Wah pesta-pesta pak, karena kemaren banyak yang ketilang.
Oia balik ketopik utama kita. Andai aja aku seorang teroris dengan uang 20rb aq bisa lolos dengan mudah. Bagi teroris uang 20rb ga ada apa2nya jakk…tapi bagi polisi seperti menggelapkan mata mereka bahwa mereka telah membantu teroris. Memang uang bisa mengelapkan mata. “Pak polisi silakan anda menilang Saya, tapi andai saja saya teroris anda telah membebaskan saya”.

“GREEN GO GLOBAL” ulasan

May 11th, 2008 by dimpil

“GREEN GO GLOBAL”
Seperti biasanya tiap akhir pekan Jogja kerap menggelar pensi-pensi. Kali ini Management Community UII menggelar acara yang bertema “GO GREEN GLOBAL” tema yang mengangkat tentang bahaya global warming. Acara ini ternyata juga di dukung oleh WAHLI, lembaga yang mengurusi kebersihan lingkungan hidup, sedangkan pendapat dari acara ini sebagian akan di gunakan untuk perlindungan pohon.
Oke langsung aja bro…acara yang dimulai dari sore sampe malem ini, di mulai dari band-band yang lolos seleksi trus mulai sekitar jam 6, band-band yang perform mulai dari Anggisluka, Oh Nina yang belum lama ini meluncurkan mini album, menghajar dengan lagu-lagu electric, kemudian aliran berubah menjadi lebih slow. Jazz Kidding menggebrak dengan lagu-lagu jazznya. Tapi sayang mereka belum bisa membuat penonton berdiri dan bernyanyi. Baru, setelah Sri Redjeki tampil dengan membawakan lagu-lagu khas mereka penonton bergoyang bersama. Tak terkecuali mereka anak-anak rock and roll yang menunggu guest star acara itu. Setelah penampilan dari Sri Redjeki dilanjutan dengan grup rap Jahanam. Dengan lagu-lagu hip-hop jawa mereka menyuarakan “stop global warming”.Dsc05310
Banyak yang mengkira setelah perform Jahanam adalah Dubyouth. Tapi… tunggu dulu bro! masih ada Sandalaras yang mengusung aliran dangdutnya. Lagu pertama dan kedua yang mereka bawakan masih biasa, sama seperti penampilan Sri Redjeki. Tetapi di lagu yang ketiga penampilan mereka rada beda, Sandalaras bernyanyi bareng dengan Vhera Swara. Suasana menjadi tambah meriah, alunan suara gendang serta penampilan Vhera yang enerjik, panas dan menggairahkan seakan melegakan dahaga para penonton. Banyak penonton yang tertawa, bengong, goyang pokonya mereka ngerasa have fun banget.
Next penampilan Dubyouth grup yang digawangi oleh Heru Shaggydog dan Memet menampilkan musik dub. Tapi sayang Dubyouth Cuma ngebawain satu lagu saja. Banyak penonton yang kecewa terutama fans mereka termasuk juga saya yang udah nungguin dari sore. Cacian dan umpatan terlempar dari para fans mereka kecewa dengan panitia yang nggelar acara itu. Heru juga kecewa dengan di cut nya perform mereka oleh panitia. Padahal lagu pertama yang mereka bawakan cukup menghibur penonton. Jam nunjukin pukul 22.10 itu berarti dah molor dari rencana. Salut buat Dubyouth mereka dah rela turun buat ngasih kesempatan perform buat guest star utama dalam acara itu.
Dsc05314_1
Yup…The S.I.G.I.T menggebrak dengan lagu-lagu dari album kedua mereka. Seperti Black Amplifier dan Horse. Penonton yang dari tadi sudah menunggu terlihat kagum dengan penampilan Rekti cs. Tapi… sayang baru tiga lagu yang bawakan panitia kembali menghentikan acara itu. Jelas ini membuat penonton jengkel, kesel, dan marah. Alit dan Gundi yang bertugas menjadi Mc, mencoba untuk menenangkan dan meminta maaf karena terjadinya peristiwa itu. Tapi hal itu tidak membuat penonton merasa terobati mereka meluapkan kekesalan dengan melempar botol air mineral. Tetapi hal itu juga tetap tidak membuat acara dilanjutkan lagi. Menurut panitia kurangnya personel keamanan menyebabkan acara dihentikan. Juga molornya acara seharusnya acara harus berakhir jam 22.00. Tapi gimana lagi jak…acara ini juga berbarengan dengan pernikahan putri Sri Sultan HB IX, jadi banyak aparat keamanan yang dikerahkan buat jagain pesta pernikahan. (dmpl)

Project Film Indie Dimpil

May 7th, 2008 by dimpil

PROJECT FILM
INDIE #1

 

Film ini menceritakan Mawa yang sejak kecil mempunyai cita-cita yang
berbeda dengan anak seumurannya. Kebanyakan anak seumurannya lebih
mencita-citakan menjadi dokter, guru, pilot, dan polisi. Tetapi Mawa berbeda,
dia ingin sekali menjadi pemadam kebakaran. Sejak kecil dia sering bermain
seperti seorang pemadam kebakaran mulai dari bermain mobil-mobilan sampai
bawa-bawa selang dan mencoba memadamkan api.

Saking cintanya dengan pemadam kebakaran, sampai-sampai kebiasaan itu
terbawa ketika dia mulai beranjak dewasa. Sedangkan teman-temannya sudah mulai
bimbang dengan cita-citanya waktu kecil dulu, Mawa masih tetap ingin menjadi
seorang pemadam kebakaran. Kebiasaanya juga masih tetap. Masih sering lari-lari
bawa selang. Tetapi sejak dia beranjak dewasa dia menjadi sensitif jika melihat
api atau mencium bau sesuatu yang terbakar, pokoknya berhubungan dengan api.

Suatu hari, setelah bangun tidur dan mengucek-ucekkan matanya dia mencium
bau angus. Kemudian dengan cepatnya dia mencari-cari sumber bau itu. Ternyata
bau angus itu berasal dari tempat sampah. Seperti orang yang melihat hantu dia
lalu lari mencari selang, dengan

gaya

bak seorang pemadam kebakaran dia menyelasaikan tugasnya. Saudaranya yang kamar
di sebelah kamar Mawa,

Rio

terbangun dan bertanya dengan
suara keras. Apa yang dia lakukan pagi-pagi sudah bikin keributan. Kemudian Rio
menghampiri Mawa dan melihat sesuatu yang ada di tempat sampah.

Rio

terkejut ternyata benda yang baru saja
di padamkan oleh Mawa adalah sebatang rokok yang masih menyala.

Rio

hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala karena sudah sering melihat tingkah
saudaranya yang begitu ingin menjadi pemadam kebakaran.

Hobi Mawa adalah main sepak bola, tiap sore kalo tidak ada tugas banyak
dari kampus dia menyempatkan bermain bola dengan teman-teman di kampungnya.
Saat menyiapkan sepatu bola, Mawa melihat kepulan asap yang membumbung tinggi,
lagi instingnya bergerak cepat dia lalu mengambil selang dan mencari sumber
asap itu. Tenyata kepulan asap itu berasal dari tumpukan sampah yang di bakar oleh
Bang Ali, tetangga sebelah rumah Mawa. Setelah memadamkan api dia lalu bergegas
mengambil sepatu bola karena waktu telah menunjukan jam 4 sore. Tapi belum
sampai kakinya melangkahkan kakinya, Mawa dipanggil oleh seseorang dari rumah
bang Ali. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Bang Ali. Dengan muka marah
bang Ali mendamprat Mawa. Dia menjelaskan betapa susahnya membakar sampah itu.
Karena sore itu angin bertiup kencang sehingga membuat api enggan menyala.

Setelah mendapat ceramah dari bang
Ali, Mawa pulang dengan perasaan kesal Karena tindakan dia sebenarnya ingin
menyelamatkan Bang Ali dari bahaya kebakaran.

(Tunggu Ajah
film nya)

 

jangan lupa nonton perform the S.I.G.I.T

May 6th, 2008 by dimpil

kridosono akan terbakar oleh alunan musik rock and roll yang di bawa oleh The sigit….

performa rekti cs. bakal memuaskan para pencinta musik rock and roll yang haus akan performa band rock

yang ada di kota jogja sendiri