PROJECT FILM
INDIE #1
Film ini menceritakan Mawa yang sejak kecil mempunyai cita-cita yang
berbeda dengan anak seumurannya. Kebanyakan anak seumurannya lebih
mencita-citakan menjadi dokter, guru, pilot, dan polisi. Tetapi Mawa berbeda,
dia ingin sekali menjadi pemadam kebakaran. Sejak kecil dia sering bermain
seperti seorang pemadam kebakaran mulai dari bermain mobil-mobilan sampai
bawa-bawa selang dan mencoba memadamkan api.
Saking cintanya dengan pemadam kebakaran, sampai-sampai kebiasaan itu
terbawa ketika dia mulai beranjak dewasa. Sedangkan teman-temannya sudah mulai
bimbang dengan cita-citanya waktu kecil dulu, Mawa masih tetap ingin menjadi
seorang pemadam kebakaran. Kebiasaanya juga masih tetap. Masih sering lari-lari
bawa selang. Tetapi sejak dia beranjak dewasa dia menjadi sensitif jika melihat
api atau mencium bau sesuatu yang terbakar, pokoknya berhubungan dengan api.
Suatu hari, setelah bangun tidur dan mengucek-ucekkan matanya dia mencium
bau angus. Kemudian dengan cepatnya dia mencari-cari sumber bau itu. Ternyata
bau angus itu berasal dari tempat sampah. Seperti orang yang melihat hantu dia
lalu lari mencari selang, dengan
gaya
bak seorang pemadam kebakaran dia menyelasaikan tugasnya. Saudaranya yang kamar
di sebelah kamar Mawa,
Rio
terbangun dan bertanya dengan
suara keras. Apa yang dia lakukan pagi-pagi sudah bikin keributan. Kemudian Rio
menghampiri Mawa dan melihat sesuatu yang ada di tempat sampah.
Rio
terkejut ternyata benda yang baru saja
di padamkan oleh Mawa adalah sebatang rokok yang masih menyala.
Rio
hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala karena sudah sering melihat tingkah
saudaranya yang begitu ingin menjadi pemadam kebakaran.
Hobi Mawa adalah main sepak bola, tiap sore kalo tidak ada tugas banyak
dari kampus dia menyempatkan bermain bola dengan teman-teman di kampungnya.
Saat menyiapkan sepatu bola, Mawa melihat kepulan asap yang membumbung tinggi,
lagi instingnya bergerak cepat dia lalu mengambil selang dan mencari sumber
asap itu. Tenyata kepulan asap itu berasal dari tumpukan sampah yang di bakar oleh
Bang Ali, tetangga sebelah rumah Mawa. Setelah memadamkan api dia lalu bergegas
mengambil sepatu bola karena waktu telah menunjukan jam 4 sore. Tapi belum
sampai kakinya melangkahkan kakinya, Mawa dipanggil oleh seseorang dari rumah
bang Ali. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Bang Ali. Dengan muka marah
bang Ali mendamprat Mawa. Dia menjelaskan betapa susahnya membakar sampah itu.
Karena sore itu angin bertiup kencang sehingga membuat api enggan menyala.
Setelah mendapat ceramah dari bang
Ali, Mawa pulang dengan perasaan kesal Karena tindakan dia sebenarnya ingin
menyelamatkan Bang Ali dari bahaya kebakaran.
(Tunggu Ajah
film nya)